Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Perbedaan Bisa Menerima dan Tidak Bisa Menerima Ujian Hidup

  Saat pertama kali divonis sebagai pasien gagal ginjal kronis dan hipertensi, pertama kali ya menerimanya karena konsekuensi kesalahan pola makan dan pola hidup di masa lalu yang tidak teratur. Akhirnya menjalani kontrol rutin agar tidak cuci darah selama kurun waktu 4 tahun ( 2017 - 2021) dengan hati yang ikhlas dan ridho, jadi tidak jadi beban pikiran. Juli 2021 pada saat pandemi covid, awal mula status gagal ginjal kronis menjadi stadium 5 atau akhir yang mau gak mau harus wajib cuci darah. Di awal cuci darah sudah menerima ini sebagai takdir seumur hidup yang harus dijalani. Jadi sudah menerima secara ikhlas dan ridho atas ujian ini. Akhir April 2025, ujian terberat kualami, kejadian yang tidak terduga, kejatuhan motor saat memarkirkan motor di halaman rumah yang mengakibatkan patah tulang siku tangan kiri, yang di atas lengan tangan kiri terdapat alat akses cuci darah atau AV Shunt. AV Shunt dicek masih berfungsi dengan baik. Tapi karena tulang siku yang patah harus di op...

Persiapan Kegiatan Hemodialisis

  K egiatan rutin hemodialisis atau cuci darah dilakukan secara rutin 2 kali seminggu. Ini wajib dilakukan jika ingin bertahan hidup lebih lama. Adapun hal-hal yang kupersiapkan adalah sebagai berikut: -           Menyiapkan mental dengan suasana hati yang happy tanpa beban pikiran. -           Membawa kartu kontrol poli HD -        Membawa bekal makanan dari rumah seperti nasi dan lauk secukupnya serta snacks kecil, karena proses cuci darah akan menarik atau menyedot semua racun dan semua vitamin dan zat-zat lain yang ada dalam tubuh. -           Membawa air gula atau teh manis untuk mengatasi drop gula. -        Membawa obat-obatan seperti penurun panas, obat batuk, obat hipertensi , kream pelemas otot, minyak kayu putih, vitamin b12, suntikan epotin alpa dan obat lain yang dibutuhkan sesuai kon...